Adipati Loka

coret yang tidak perlu

Tag

Puisi

O, Kekasih

O, kekasih Tak ada yang perlu dirayakan Rencana demi rencana siapa Kemudian cahaya digulung Segala dihambur-hempaskan Kian mendarah daging, merasuk tulang sumsum Ini kekasihku ! Itu kekasihku ! Maka kekasihmu juga kekasihku Kekasihku jangan Pada suatu ketika O, kekasih ;… Continue Reading →

Dunia ; sebelum titik

  DUNIA —sebelum titik— aku mencintaimu cukup dalam gerilya puisi sesat dan kalah oleh siasatnya sendiri bahwa kata cuma batu kota kian berdebu di dalamnya, sunyi dapat membeku lebih lama dan mengeras pikirmu kita sedang menuju hal serupa dan cara… Continue Reading →

Alamat

ia sepanggung dengan denyut kota dan hal-hal yang salah alamat mirip tubuhmu, makinya dengung jarum jam dinding itu bukan cuma tahu kapan waktu yang tepat untuk bunuh diri, ia juga tahu bagaimana bayang sesungguhnya tak pernah bertekuk lutut, hanya beralih… Continue Reading →

Begundal

—nyatanya yang teramat lengking itu bukan salak anjing— sebongkah batu kian padat di kepalamu konon tak ada yang ganjil bahkan ketika gadis jelita menjadikannya altar samadi sepuluh kalender lalu, bayang purnama mencurah bau mesiu “menebus nyawa” suara itu kekal terngiang… Continue Reading →

Rindu ; Mata-mata, Dendam

pengelana yang lamun itu, “the one i’ve never known.” runduk pada geletar grafity di penjuru Friedrichshain. gaung the Beatles-Michelle menjerumus jauh ke tenggara ; bumi rempah dan lenguh perawan “rindu hanyalah mata-mata. selebihnya sarang bagi dendam” ia tak sempat menduga… Continue Reading →

© 2017 Adipati Loka — Powered by WordPress

Theme by Anders NorenUp ↑