Alamat

ia sepanggung dengan denyut kota dan hal-hal yang salah alamat mirip tubuhmu, makinya dengung jarum jam dinding itu bukan cuma tahu kapan waktu yang tepat untuk bunuh diri, ia juga tahu bagaimana bayang sesungguhnya tak pernah bertekuk lutut, hanya beralih tempat mengapung dan berbelit boleh jadi di matamu atau mata kekasihmu yang pernah seranjang dengan... Continue Reading →

Pejabat Kelamin

“Bukan melulu dendam dan rindu, pandangan—terlepas dari kemungkinan untuk disah-batalkan, dibeku-cairkan—pun harus dibayar tuntas.” Sadermo Dengkul tidak berarti patah hati —terhadap hal-hal yang terputus—untuk kemudian merumuskan liang lahatnya sendiri. Ia sekedar membangun detail sejarahnya dengan penuh gairah yang sudah dititahkan. Tanpa intervensi. Tanpa dialog. Aku tak berani menduga ia pun amat perhitungan layaknya gerombolan animasi... Continue Reading →

Begundal

—nyatanya yang teramat lengking itu bukan salak anjing— sebongkah batu kian padat di kepalamu konon tak ada yang ganjil bahkan ketika gadis jelita menjadikannya altar samadi sepuluh kalender lalu, bayang purnama mencurah bau mesiu “menebus nyawa" suara itu kekal terngiang ; ngilu lihat, gadis perawan itu bergeming atau ingin sekali membuka mata (hanya ingin) pada... Continue Reading →

Adipati Loka

Up ↑

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.