Puisi Dunia

 

DUNIA
sebelum titik

aku mencintaimu cukup dalam gerilya puisi
sesat dan kalah oleh siasatnya sendiri
bahwa kata cuma batu
kota kian berdebu
di dalamnya, sunyi dapat membeku
lebih lama dan mengeras pikirmu

kita sedang menuju hal serupa
dan cara yang sama

kilat matahari di pelipis daun ini
seperti itu kita ulang kembali
terbitnya
tenggelamnya
geletarnya
tentu juga ‘bedebahnya

(Pct, 120717)