Hidup, dan nikmatnya bertindak bodoh

Gerangan ini bukan tidak memahami betapa bosannya hidup dengan wajah yang melulu sama. Butuh topeng lain untuk menuntaskan lakon demi lakon. Di luar sana, yang serba tak tentu itu, logis tak sepenuhnya diterima untuk ambil peran, kecuali ia berani dianggap konyol. Kemudian ilusilah (meski tak jujur) yang justru mendapat pengakuan, kelas, dan perjamuan. Menjadi dosa... Continue Reading →

Pejabat Kelamin

“Bukan melulu dendam dan rindu, pandangan—terlepas dari kemungkinan untuk disah-batalkan, dibeku-cairkan—pun harus dibayar tuntas.” Sadermo Dengkul tidak berarti patah hati —terhadap hal-hal yang terputus—untuk kemudian merumuskan liang lahatnya sendiri. Ia sekedar membangun detail sejarahnya dengan penuh gairah yang sudah dititahkan. Tanpa intervensi. Tanpa dialog. Aku tak berani menduga ia pun amat perhitungan layaknya gerombolan animasi... Continue Reading →

Adipati Loka

Up ↑

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.