O, Kekasih

O, kekasih Tak ada yang perlu dirayakan Rencana demi rencana siapa Kemudian cahaya digulung Segala dihambur-hempaskan Kian mendarah daging, merasuk tulang sumsum Ini kekasihku ! Itu kekasihku ! Maka kekasihmu juga kekasihku Kekasihku jangan Pada suatu ketika O, kekasih ; Mari lanjutkan omong kosongmu, muslihatmu, angkara murkamu, dalam pembaringan yang panjang sampai kemudian bangkit. Selamat... Continue Reading →

Dunia ; sebelum titik

  DUNIA —sebelum titik— aku mencintaimu cukup dalam gerilya puisi sesat dan kalah oleh siasatnya sendiri bahwa kata cuma batu kota kian berdebu di dalamnya, sunyi dapat membeku lebih lama dan mengeras pikirmu kita sedang menuju hal serupa dan cara yang sama kilat matahari di pelipis daun ini seperti itu kita ulang kembali terbitnya tenggelamnya... Continue Reading →

Alamat

ia sepanggung dengan denyut kota dan hal-hal yang salah alamat mirip tubuhmu, makinya dengung jarum jam dinding itu bukan cuma tahu kapan waktu yang tepat untuk bunuh diri, ia juga tahu bagaimana bayang sesungguhnya tak pernah bertekuk lutut, hanya beralih tempat mengapung dan berbelit boleh jadi di matamu atau mata kekasihmu yang pernah seranjang dengan... Continue Reading →

Adipati Loka

Up ↑

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.