Adipati Loka

coret yang tidak perlu

O, Kekasih

O, kekasih Tak ada yang perlu dirayakan Rencana demi rencana siapa Kemudian cahaya digulung Segala dihambur-hempaskan Kian mendarah daging, merasuk tulang sumsum Ini kekasihku ! Itu kekasihku ! Maka kekasihmu juga kekasihku Kekasihku jangan Pada suatu ketika O, kekasih ;… Continue Reading →

Dunia ; sebelum titik

  DUNIA —sebelum titik— aku mencintaimu cukup dalam gerilya puisi sesat dan kalah oleh siasatnya sendiri bahwa kata cuma batu kota kian berdebu di dalamnya, sunyi dapat membeku lebih lama dan mengeras pikirmu kita sedang menuju hal serupa dan cara… Continue Reading →

Hidup, dan nikmatnya bertindak bodoh

Gerangan ini bukan tidak memahami betapa bosannya hidup dengan wajah yang melulu sama. Butuh topeng lain untuk menuntaskan lakon demi lakon. Di luar sana, yang serba tak tentu itu, logis tak sepenuhnya diterima untuk ambil peran, kecuali ia berani dianggap… Continue Reading →

Alamat

ia sepanggung dengan denyut kota dan hal-hal yang salah alamat mirip tubuhmu, makinya dengung jarum jam dinding itu bukan cuma tahu kapan waktu yang tepat untuk bunuh diri, ia juga tahu bagaimana bayang sesungguhnya tak pernah bertekuk lutut, hanya beralih… Continue Reading →

Pejabat Kelamin

“Bukan melulu dendam dan rindu, pandangan—terlepas dari kemungkinan untuk disah-batalkan, dibeku-cairkan—pun harus dibayar tuntas.” Sadermo Dengkul tidak berarti patah hati —terhadap hal-hal yang terputus—untuk kemudian merumuskan liang lahatnya sendiri. Ia sekedar membangun detail sejarahnya dengan penuh gairah yang sudah dititahkan…. Continue Reading →

Begundal

—nyatanya yang teramat lengking itu bukan salak anjing— sebongkah batu kian padat di kepalamu konon tak ada yang ganjil bahkan ketika gadis jelita menjadikannya altar samadi sepuluh kalender lalu, bayang purnama mencurah bau mesiu “menebus nyawa” suara itu kekal terngiang… Continue Reading →

Rindu ; Mata-mata, Dendam

pengelana yang lamun itu, “the one i’ve never known.” runduk pada geletar grafity di penjuru Friedrichshain. gaung the Beatles-Michelle menjerumus jauh ke tenggara ; bumi rempah dan lenguh perawan “rindu hanyalah mata-mata. selebihnya sarang bagi dendam” ia tak sempat menduga… Continue Reading →

© 2017 Adipati Loka — Powered by WordPress

Theme by Anders NorenUp ↑